Antara LUX (sabun) & Lux (lighting)

Mungkin semua sudah mengetahui bahwa istilah LUX diambil dari bahasa latin lux yang artinya cahaya. LUX juga dapat diartikan luxury atau kemewahan. Nah, saat ini saya tidak akan membahas LUX dalam arti sabun LUX, tapi saya akan membahas Lux sebagai satuan cahaya. Agak sedikit ilmiah nih ... Hehe


Cahaya mempunyai pengaruh yang sangat luar biasa dalam hidup manusia, bahkan cahaya juga sebagai sumber kehidupan. Dalam agama Pencipta disebut sebagai cahaya, demikian manusia dikenal dengan cahaya/terang dunia. Bahkan ada istilah dalam ilmu bangunan "no architecture without light".


Benar, tanpa cahaya kita tidak bisa melihat apapun, kita juga tidak bisa melihat kecantikan bintang2 LUX selama ini. So tanpa cahaya, saya yakin sabun LUX pun tidak ada. Lalu apa hubungannya antara cahaya atau terang dan lux...? Saya akan mencoba memaparkan Lux dalam lighting seperti yang saya dapat dari bangku kuliah dulu.


Lux (lx) merupakan satuan dari Iluminasi (E)/ Tingkat kuat penerangan, yang dapat diartikan arus cahaya yang jatuh pada permukaan sebuah bidang per meter persegi (m2). Selain Iluminasi (E/lux), sebenarnya ada empat macam ukuran dasar teknik penerangan: yaitu

- Arus/aliran cahaya (satuan lumen)

- Kepadatan cahaya (satuan candela)

- Iluminasi/Kuat penerangan (satuan lumen/m2 atau Lux)

- Luminasi (satuan candela/m2)


Standar penerangan (Lux) untuk ruang dalam bangunan jelas berbeda2, tergantung dari aktivitas dan berapa lama aktivitas dalam ruang tersebut. Contoh gampang; kalo kita tidur pasti kita hanya butuh penerangan yang samar2 saja, demikian pula di spa. Tapi kalo kita sedang membaca atau di kantor pasti kita butuh penerangan yang cukup. Standar penerangan dalam ruang

- Gudang 60 lux

- Ruang tidur 120 lux

- Ruang rapat 250 lux

- Pekerjaan mesin 500 lux

- Service jam 2000 lux


Jadi semakin serius, dan detail suatu aktivitas butuh lux yang tinggi. Sebenarnya banyak standar penerangan yang terkadang dari satu buku dan buku lain berbeda. Standar di atas saya ambil dari buku Ilmu Fisika Bangunan karya Heinz Frick, dosen saya waktu kuliah, sayang beliau sudah almarhum bbrp waktu lalu.


Sumber Referensi :
Heinz Frick, Ilmu Fisika Bangunan, Kanisius 2008
Prasasto Satwiko, Fisika Bangunan, Penerbit Andi 2005
YB Mangunwijaya, Pengantar Fisika Bangunan, Penerbit Djambatan 1988

0 komentar: