LUX Star : Rima Melati



Dalam rangka hari kanker sedunia yang diperingati tiap tanggal 4 Febuari, LUXfanatic akan menghadirkan Bintang LUX Indonesia yang pernah menderita kanker dan aktif dalam yayasan antirokok. Dia adalah Rima Melati, seorang aktris senior, penyanyi, sutradara dan juga mantan peragawati.

Editan Print Ad LUX Rima Melati

Pemilik nama asli Marjolien Tambajong ini lahir di Tondano, Sulut, 22 Agustus 1939. Selain dikenal sebagai bintang film, pada tahun 1960an, Rima pernah menjadi personel grup penyanyi wanita (girlband) Baby Dolls. Rima memiliki suami yaitu Frans Tumbuan, salah satu aktor senior Indonesia dan mereka menikah pada tanggal 23 Desember 1973. Selain sebagai pemain film maupun sinetron, Rima juga dikenal sebagai sutradara televisi yang salah satu karyanya adalah Api Cinta Antonio Blanco.

Segudang prestasi di bidang akting telah Rima peroleh. Ia merhasil menerima Piala Citra pada Festival Film Indonesia tahun 1973 dalam kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Intan Berduri bersama Benyamin Sueb yang memperoleh penghargaan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam film yang sama. Pada kesempatan lain Rima pernah juga dinominasikan untuk penghargaan Pemeran Pembantu Wanita terbaik di beberapa Festival Film Indonesia yaitu dalam film Kupu-Kupu Putih (1984), Tinggal Landas buat Kekasih (1985), Pondok Cinta, (1986), Biarkan Bulan Itu (1987) dan Arini II (Biarkan Kereta Itu Lewat) (1989). Selain itu Pada ajang Festival Film Asia Pasifik ke-50, Rima Melati meraih penghargaan Aktris Pemeran Pembantu Terbaik dalam film Ungu Violet (2005).

Editan Print Ad LUX Rima Melati (by Rudy Mulyadi)

Rima Melati, yang kini aktif di Yayasan Indonesia Tanpa Tembakau (YITT), pernah mendapat penghargaan dari WHO berupa 'Award No Tobaco Day' karena usahanya dalam kampanye antirokok. Menurut Kepala Perwakilan WHO di Indonesia, George Petterson, Rima terpilih sebagai satu-satunya orang Indonesia dari 10 warga dunia yang pada tahun 2006 mendapat piala penghargaan dari WHO.

Rima pernah mengidap kanker payudara stadium akhir 20 tahun lalu. Dia tak menampik kalau sebelumnya seorang perokok dan kini menyadari bahaya nikotin bagi kesehatan. "Saya dulu pernah merokok, tapi saya saat itu sudah 7 bulan berhenti merokok. Tapi jangan salah biar kita sudah berhenti tapi nikotin dan tar itu masih ada. Jadi jangan lupa kalau orang yang merokoknya banyak itu nikotin dan tarnya nempel di paru-paru. Jadi jangan salah karena itu sel-sel kankernya jadi terangsang, jadi dia. Nah, kalau diracuni dengan itu sudah jadi deh penyakit yang mematikan," kilahnya.

Rima Melati bersama para Bintang LUX dalam peluncuran LUX Beauty Lounge 2009.

Kini setelah terbebas dari kanker, Rima menjadikan pengabdian dengan ikhlas dengan memberikan penerangan seputar bahaya kanker. Dia menganggap usaha memberikan penerangan penting untuk dilakukan supaya bisa mencegah kejadian yang sama yang pernah dialaminya. Dan atas usahanya tersebut, Rima terpilih sebagai satu-satunya orang Indonesia yang pada tahun 2006 mendapat penghargaan dari WHO berupa 'Award No Tobaco Day' karena usahanya dalam kampanye antirokok. 

Rima Melati dan Atiqah Hasiholan dalam Cosmopolitan Maret 2013

0 komentar: